Selasa, 29 Maret 2016

보고싶어요 내 동생 (Aku Merindukanmu Adik)

           Butir salju yang lembut perlahan turun dari langit busan yang indah. Sesekali kuingat masa lalu yang suram. Aku tinggal bersama Ibu dan adikku tinggal bersama ayah. Yah begitulah ketika aku ingat 5 tahun yang lalu orang tuaku bertengkar karena ibuku melihat ayahku sedang berselingkuh disebuah cafe.
                “Na eun , sedang apa kau merenung begitu?” Ibuku datang sesekali dengan wajah yang tak biasa, melainkan wajah yang bingung dengan alis yang dinaikkan.
                “Ah, Ibu tidak apa-apa.”Ujarku ,”Jangan bilang engkau sedang memikirkan adikmu yang satu itu?”, “Ah, ibu tau saja apa yang sedang kupikirkan.”, “Ayo turun kebawah untuk makan tteobokki” lanjutnya. “Iya bu.” .
-Flashback On-
Ketika aku mengajak ibuku untuk jalan-jalan di taman bermain dan di sana juga banyak ruko-ruko cafe yang berjejeran. Mengepal tangan karena saking kedinginan, untung saja aku dan ibuku menggunakan sapu tangan dan jaket agar tubuh tetap hangat dan nyaman. Mataku melirik gerak-gerak karena saking senangnya melihat anak kecil tertawa dengan ukiran bibir yang manis dan matanya yang sipit. Seketika aku melihat wajah ibuku dengan bingung, aku mengarah kemana tatapan mata ibuku dan tertuju ke sebuah cafe dengan ayahku yang sedang bermesraan dengan wanita lain. Akhirnya aku mengajak ibuku pulang dengan wajah yang tak bisa lagi diartikan, mau sedih juga ada rasa marah yang menghantui.
-Flashback Off-
Dan ketika ibuku mendengar mobil yang sedang berjalan ke arah rumah kami, ibuku langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri ayahku. Apa daya aku ingin mencegah tapi tak bisa. Seketika itu terdengar perkelahian yang hebat bagaikan suara bom nuklir menghancurkan satu negara. Adikku Na Hyun sesekali menangis terisak-isak dan aku hanya memeluknya agar tenang dengan situasi yang seperti ini.
                Setelah makan aku kembali ke kamarku untuk memenuhi sebagai seorang pelajar. Ya pada saat ini aku sedang duduk dikelas 1 SMA busan hakgyo. Aku tidak pintar dan tidak bodoh, ya jika dipikirkan aku hanya manusia biasa dengan akal yang lumayan. Setelah 3 jam aku belajar yang sesuai dengan jadwal besok , ingin rasanya aku memainkan laptop yang sudah berada di depanku. Ku buka layar laptop dan dengan menekankan jari telunjuk di tombol On. Sedih rasanya melihat wallpaper di layar laptopku, ini foto aku bersama adikku yang tentunya pada saat itu aku berumur 14 tahun sedangkan adikku pada saat itu berumur 10 tahun, tentunya selisih 4 tahun. Ku geserkan mouseku layaknya mainan yang digerakan untuk mengklik pencarian internet. Hujan saat ini memang enaknya untuk bermain situs di internet dengan penerang lampu yang cukup hangat cahayanya mengenai kulitku. Yang pertama seperti biasa aku membuka sosmed yang cukup terkenal di busan,instagram. Senang melihatnya foto orang-orang diunggah disini,hanya cukup dilike dan dikomen. Ku scroll mousenya dengan cepat tak terasa ada yang janggal ketika ada foto yang lewat, ku melihat dengan teliti dari bentuk mata, hidung, mulut, rambut , dan sekalian saja seluruh wajahnya. Aku berpikir dan terheran-heran apakah ini wajah adikku yang sekian lama aku cari. Kutinggalkan sebuah kata di fotonya, ”Apakah kau adikku Na Hyun? Ini kakakmu Na Eun. Jika kau sudah melihat ini tolong balaslah, aku menginginkan kau menjawabnya, neomu jebal, geurigo annyeong J”. Cukup senang melihat perubahan wajah adikku yang sekarang. Tampan.
Lagi-lagi ibuku membuka pintu kamarku tanpa mengetok terlebih dahulu.
                “Na eun kau belum tidur? Tidurlah, kalau tidak kau besok akan lelah jika sudah berada di sekolah.” tanya ibuku. “Iya ibu, aku akan tidur.” Sembari dengan men-shut down dan menutup layar laptop. Aku tertidur dengan selalu mengharapkan agar aku bisa cepat-cepat bertemu dengan adikku yang entah dimana.
                Seperti biasa aku berangkat sekolah, paling telat jam 08.00 pagi. Aku diantar oleh ibuku dengan mengendarai mobil. Karena ini hari sabtu pulang lebih awal. Sekedar agar tidak bosan dirumah aku berjalan mengelilingi taman dan aku duduk yang sudah disiapkan oleh tamannya. Ku buka laptop yang memang sudah dibawa dari rumah. Aku sangat berharap jika adikku membalas apa yang kutinggalkan dengan sebuah kata yang kemarin aku tulis. Ku buka Instagram yang sudah tertempel dilayar dekstop. Dengan cepat aku membuka dan ternyata dibalas oleh sang adik.
                “Ini nuna? Benarkah ? aku sangat merindukanmu nuna L. ” Rasanya aku sudah menitikkan air dari kedua mataku, tak dapat ditahan oleh perasaannya yang amat senang ini bercampur air mata bahagia. Akhirnya aku membalasnya, “Na Hyun kau dimana sekarang?.” Cukup aku membalasnya dengan kata yang sederhana tapi mencakup semua. Jika dia sudah menyebutkan dimana dia sekarang, aku pasti akan kesana. Tak selang beberapa menit kemudian dia membalasnya,”Nuna, aku di busan sekarang.di jalan Gyeongguk.” Mataku terbelalak melihat jawabannya dengan mulutku yang menganga yang terlihat oleh orang-orang yang melintasi, aku hanya membalasnya dengan senyuman cengiran kepada orang-orang itu. Segera ku balas jawabannya,”Na Hyun aku sedang disini di taman haengbok, cepatlah kau kesini!”. Disusul dengan jawabannya “Tunggu aku nuna!”. Aku menunggu di taman ini dengan cemas-cemas berharap bahwa adikku akan menemuiku disini.
                Ku tunggu di taman ini selama 10 menit. Aku menguap karena saking menunggu adikku lama sekali. Aku tertunduk, disaat ada suara melangkah yang tiba menghampiriku , aku mendongakkan kepalaku agar aku bisa melihat siapa yang menghampiriku. Disaat aku kaget dan langsung berdiri dengan apa yang kulihat hari ini. Adikku MENDATANGIKU!!. Karena reflek aku langsung memeluk adikku yang sudah bertumbuh tinggi. Aku menangis dipelukannya dengan sesegukkan ku berkata, “kau dari mana saja?”, “Tenang nuna aku sudah disini bersamamu, Uljima”, ujarnya. “Hei kau tau aku sangat merindukanmu adikku”. Ku merasakan anggukan dari kepalanya bahwa dia mengerti apa yang kukatakan. “Berjanjilah agar kau tak akan meninggalkan kakakmu yang kesepian ini” , “Iya nuna, aku tak akan meninggalkan kakak lagi”.
                Yah, hari itu adalah hari yang paling bahagia bertemu dengan adikku yang kesekian kalinya aku tidak pernah bertemu. J .

Karangan Jihan

1 komentar: