Butir salju yang lembut perlahan
turun dari langit busan yang indah. Sesekali kuingat masa lalu yang suram. Aku
tinggal bersama Ibu dan adikku tinggal bersama ayah. Yah begitulah ketika aku
ingat 5 tahun yang lalu orang tuaku bertengkar karena ibuku melihat ayahku
sedang berselingkuh disebuah cafe.
“Na eun
, sedang apa kau merenung begitu?” Ibuku datang sesekali dengan wajah yang tak
biasa, melainkan wajah yang bingung dengan alis yang dinaikkan.
“Ah,
Ibu tidak apa-apa.”Ujarku ,”Jangan bilang engkau sedang memikirkan adikmu yang
satu itu?”, “Ah, ibu tau saja apa yang sedang kupikirkan.”, “Ayo turun kebawah
untuk makan tteobokki” lanjutnya. “Iya bu.” .
-Flashback On-
Ketika aku mengajak ibuku untuk jalan-jalan di taman bermain
dan di sana juga banyak ruko-ruko cafe yang berjejeran. Mengepal tangan karena
saking kedinginan, untung saja aku dan ibuku menggunakan sapu tangan dan jaket
agar tubuh tetap hangat dan nyaman. Mataku melirik gerak-gerak karena saking
senangnya melihat anak kecil tertawa dengan ukiran bibir yang manis dan matanya
yang sipit. Seketika aku melihat wajah ibuku dengan bingung, aku mengarah
kemana tatapan mata ibuku dan tertuju ke sebuah cafe dengan ayahku yang sedang
bermesraan dengan wanita lain. Akhirnya aku mengajak ibuku pulang dengan wajah
yang tak bisa lagi diartikan, mau sedih juga ada rasa marah yang menghantui.
-Flashback Off-
Dan ketika ibuku mendengar mobil yang sedang berjalan ke
arah rumah kami, ibuku langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri ayahku.
Apa daya aku ingin mencegah tapi tak bisa. Seketika itu terdengar perkelahian
yang hebat bagaikan suara bom nuklir menghancurkan satu negara. Adikku Na Hyun
sesekali menangis terisak-isak dan aku hanya memeluknya agar tenang dengan
situasi yang seperti ini.
Setelah
makan aku kembali ke kamarku untuk memenuhi sebagai seorang pelajar. Ya pada
saat ini aku sedang duduk dikelas 1 SMA busan hakgyo. Aku tidak pintar dan
tidak bodoh, ya jika dipikirkan aku hanya manusia biasa dengan akal yang
lumayan. Setelah 3 jam aku belajar yang sesuai dengan jadwal besok , ingin
rasanya aku memainkan laptop yang sudah berada di depanku. Ku buka layar laptop
dan dengan menekankan jari telunjuk di tombol On. Sedih rasanya melihat
wallpaper di layar laptopku, ini foto aku bersama adikku yang tentunya pada
saat itu aku berumur 14 tahun sedangkan adikku pada saat itu berumur 10 tahun,
tentunya selisih 4 tahun. Ku geserkan mouseku layaknya mainan yang digerakan
untuk mengklik pencarian internet. Hujan saat ini memang enaknya untuk bermain
situs di internet dengan penerang lampu yang cukup hangat cahayanya mengenai
kulitku. Yang pertama seperti biasa aku membuka sosmed yang cukup terkenal di
busan,instagram. Senang melihatnya foto orang-orang diunggah disini,hanya cukup
dilike dan dikomen. Ku scroll mousenya dengan cepat tak terasa ada yang janggal
ketika ada foto yang lewat, ku melihat dengan teliti dari bentuk mata, hidung,
mulut, rambut , dan sekalian saja seluruh wajahnya. Aku berpikir dan
terheran-heran apakah ini wajah adikku yang sekian lama aku cari. Kutinggalkan
sebuah kata di fotonya, ”Apakah kau adikku Na Hyun? Ini kakakmu Na Eun. Jika
kau sudah melihat ini tolong balaslah, aku menginginkan kau menjawabnya, neomu jebal,
geurigo annyeong J”.
Cukup senang melihat perubahan wajah adikku yang sekarang. Tampan.
Lagi-lagi ibuku membuka pintu kamarku tanpa mengetok
terlebih dahulu.
“Na eun
kau belum tidur? Tidurlah, kalau tidak kau besok akan lelah jika sudah berada
di sekolah.” tanya ibuku. “Iya ibu, aku akan tidur.” Sembari dengan men-shut
down dan menutup layar laptop. Aku tertidur dengan selalu mengharapkan agar aku
bisa cepat-cepat bertemu dengan adikku yang entah dimana.
Seperti
biasa aku berangkat sekolah, paling telat jam 08.00 pagi. Aku diantar oleh
ibuku dengan mengendarai mobil. Karena ini hari sabtu pulang lebih awal.
Sekedar agar tidak bosan dirumah aku berjalan mengelilingi taman dan aku duduk
yang sudah disiapkan oleh tamannya. Ku buka laptop yang memang sudah dibawa
dari rumah. Aku sangat berharap jika adikku membalas apa yang kutinggalkan
dengan sebuah kata yang kemarin aku tulis. Ku buka Instagram yang sudah
tertempel dilayar dekstop. Dengan cepat aku membuka dan ternyata dibalas oleh
sang adik.
“Ini
nuna? Benarkah ? aku sangat merindukanmu nuna L.
” Rasanya aku sudah menitikkan air dari kedua mataku, tak dapat ditahan oleh
perasaannya yang amat senang ini bercampur air mata bahagia. Akhirnya aku
membalasnya, “Na Hyun kau dimana sekarang?.” Cukup aku membalasnya dengan kata
yang sederhana tapi mencakup semua. Jika dia sudah menyebutkan dimana dia
sekarang, aku pasti akan kesana. Tak selang beberapa menit kemudian dia
membalasnya,”Nuna, aku di busan sekarang.di jalan Gyeongguk.” Mataku terbelalak
melihat jawabannya dengan mulutku yang menganga yang terlihat oleh orang-orang
yang melintasi, aku hanya membalasnya dengan senyuman cengiran kepada
orang-orang itu. Segera ku balas jawabannya,”Na Hyun aku sedang disini di taman
haengbok, cepatlah kau kesini!”. Disusul dengan jawabannya “Tunggu aku nuna!”.
Aku menunggu di taman ini dengan cemas-cemas berharap bahwa adikku akan
menemuiku disini.
Ku
tunggu di taman ini selama 10 menit. Aku menguap karena saking menunggu adikku
lama sekali. Aku tertunduk, disaat ada suara melangkah yang tiba menghampiriku
, aku mendongakkan kepalaku agar aku bisa melihat siapa yang menghampiriku.
Disaat aku kaget dan langsung berdiri dengan apa yang kulihat hari ini. Adikku
MENDATANGIKU!!. Karena reflek aku langsung memeluk adikku yang sudah bertumbuh
tinggi. Aku menangis dipelukannya dengan sesegukkan ku berkata, “kau dari mana
saja?”, “Tenang nuna aku sudah disini bersamamu, Uljima”, ujarnya. “Hei kau tau
aku sangat merindukanmu adikku”. Ku merasakan anggukan dari kepalanya bahwa dia
mengerti apa yang kukatakan. “Berjanjilah agar kau tak akan meninggalkan kakakmu
yang kesepian ini” , “Iya nuna, aku tak akan meninggalkan kakak lagi”.
Yah,
hari itu adalah hari yang paling bahagia bertemu dengan adikku yang kesekian
kalinya aku tidak pernah bertemu. J
.
Karangan Jihan
Karangan Jihan
GOOD...
BalasHapus