Saat pertama kali aku bertemu dengan mereka, aku
tak pernah membayangkannya akan sedekat ini. Mulanya hanya seperti teman yang
biasa aku temui. Memang tidak ada yang spesial dari mereka, tetapi mereka
memberikan rasa kenyaman dan ketulusan. Dan semakin lama kami semakin dekat.
Mulanya kami hanya bertukar pengalaman dan hingga mengetahui aib masing masing.
Sebenarnya banyak sekali hal sepele yang kami permasalahkan, hingga kami saling menjauhi satu sama lain. Tetapi menghindar dari masalah bukanlah hal yang tepat,dan kami berfikir untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada dan kami bersatu kembali. Dalam persahabatan banyak sekali rintangan,dan itu dapat menguji ketulusan dan kesetian mereka kepada kita dalam keadaan apapun.
Sebenarnya banyak sekali hal sepele yang kami permasalahkan, hingga kami saling menjauhi satu sama lain. Tetapi menghindar dari masalah bukanlah hal yang tepat,dan kami berfikir untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada dan kami bersatu kembali. Dalam persahabatan banyak sekali rintangan,dan itu dapat menguji ketulusan dan kesetian mereka kepada kita dalam keadaan apapun.
Bukan hal sedih saja
yang telah kami lalui bersama. Hal menyenangkan juga telah kami lalui. Bagi
kita sekecil apa pun kekonyolan yang tercipta, dan tak peduli apa yang akan
mereka bicarakan tentang kami, asalkan dapat membuat kami tertawa bahagia. Itulah hebatnya kami, akan selalu tertawa
meski banyak orang yang tidak suka kedekatan kami.
Aku takut kalian akan melangkah kedepan untuk mengajar apa yang telah
dicita citakan. Aku yakin ini akan terjadi cepat maupun lambat.
Sebelum kami lulus, kami berjuang bersama
sama untuk melaksanakan try out, ujian sekolah, hingga puncaknya tiba
yaitu Ujian Nasional.dan aku bangga kepada kalian karena kalian mengerjakan
soal soal itu semua dengan jujur.
Setelah kami berperang dengan Ujian
Nasional waktunya untuk kita refreshing. Sekolah yang memilih tempat
yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kami sangatlah senang berada disana,
karena kami mendapatkan cerita cerita menarik yang kami dapatkan. Tetapi
setelah kami berlibur, kami sangatlah takut. Karena kami sedang menunggu hasil
kelulusan.
Hari dimana akan diumumkan lulus atau
tidaknya kami dari sekolah ini tiba. Aku menuju lapangan dengan perasaan
was-was, Karena aku takut. Tetapi aku menyerahkan kepada Allah. Sebelum
diumumkan ada sambutan dari kepala sekolah dan wali kelas yang telah menemani
kami selama satu tahun kebelakang ini. Sambutan demi sambutan telah di berikan.
Tiba saatnya kami dibagikan sebuah amplop yang berisi keterangan bahwa kami lulus
atau tidak. Kami semuamembuka amplop itu bersama-sama, setelah mengetahui hasilnya
kami langsung sujud syukur.
Aku menghampiri kedua sahabatku itu
“selamat ya!” ucapku sambil berjabat tangan.”Selamat juga Ca” ucap mereka. Setelah kami mengetahui hasil kami, kami bergegas untuk pulang dan memberi tahu hasil kami kepada orang tua.
Kami lulus dari Sekolah Menengah Pertama. Dan pada akhirnya kami memutuskan untuk bersekolah ditempat
yang berbeda. Kenapa? Karena kami ingin merasakan hal yang berbeda dan itu
terbukti saat kami bertemu, kayak ada
manis manisnya. Dan saat kami bertemu, kami langsung bercerita satu sama
lain. Seperti sudah tidak bertemu beberapa tahun. Walaupun kami tidak sekolah
ditempt yang sama, tetapi kami masih melakukan komunikasi. Seperti sekarang ini
Caca : hey,
besok mau ketemu dimana?
Kia :
Braga aja gimana?
Dina : oke
oke, jam berapa ketemunya?
Kia : jam 8 disana gimana? biar lama gitu.
Dina : sip
sip
Ya kami merencanakan untuk bertemu di suatu
tempat. Karena sudah dua bulan tidak bertemu, jadi kami memutuskan untuk
bertemu
Keesokan harinya, kami bertemu di Braga pukul
08.00 pagi. Saat kami berkumpul di Braga. kami memutuskan untuk mencari sarapan dahulu. Setelah itu
kami menghabiskan waktu untuk mengobrol, bercanda, flashback
juga. Hingga tidak terasa matahari sudah hampir tenggelam. Kami memutuskan
untuk pulang kerumah.
Tetapi ini terjadi pada saat saat pertama masuk
SMA. Setelahnya kami jarang sekali bertemu, jarang sekali memberi kabar satu
sama lain. Kami sudah sibuk dengan segudang tugas yang diberikan oleh
guru-guru.
Tetapi setidaknya
kalian harus ingat kenangan ketika kalian terjatuh sahabatlah yang akan sedia menolong
kalian, ketika kalian tersesat hanya sahabat yang akan menuntun kalian kembali,
ketika kalian tersakiti hanya sahabat yang akan menghapus kesedihan kalian,
ketika kalian lelah hanya sahabat yang akan memberikan kalian bahu untuk
bersandar.
Dan hal yang paling aku takutkan adalah
kalian melupakanku. Karena sahabat hanyalah orang yang dapat kalian lupakan,
tetapi berbeda dengan kenangannya, seburuk apa pun sebuah kenangan yang telah
dijalani akan selalu ada di dalam diri dan selalu ada dalam ingatan kita.
Sehingga hanya kenanganlah yang dapat menyatukan lagi semua itu.
Dan ini dapat kita
jadikan pengalaman hidup yang sangatla berkesan. Aku berharap pertemuan kita
tidak hanya sampai sini. Aku ingin
berkumpul dengan kalian saat dewasa dan jika bisa hingga tua nanti. Ingatlah
kenangan yang telah kita ciptakan bersama setiap detik setiap menit setiap jam
setiap hari setiap minggu setiap bulan hingga setiap tahunnya.
karangan ranura